Senin, 21 Februari 2011

INCREASING PARTICIPATION AND SPIRIT OF MATHEMATIC

 
INCREASING PARTICIPATION AND SPIRIT OF MATHEMATIC STUDYING OF THE EIGHT GRADE STUDENTS IN SMPN 23 SURABAYA BY  COOPERATIVE LEARNING MODEL TOURNAMENT TIPE THROUGH LESSON STUDY

 By :
AHMAD  SYA’RONI
SMP Negeri 23 Surabaya
Abstract
Lesson Study is training method of educator profession through study research in collaboration and extended manners, based on collegiality and mutual learning principles, so, it will be constructed a studying community.
            Still, there are students that classified in good ability, but they do not want to raise fingers or answer problems actively before a teacher points them. Next, for group of students with middle or low ability, they are in scary situation. Globally, they bend their heads quietly if a teacher gives question or problem to students.
            Studying the Functional Graphic/Mapping Material on the 8 th C grade, starts with giving structural job for a material that will be taught. Than, the assignment is done in team with spirit, mutual cooperation and participation actively. Next, on the face to face encounter, mathematic tournament is applied, that can give result there are active raising and students skill in studying. At last, the result of the study is also raising.
Based on analysis and reflection, it seems that students are very enthusiastic in doing working group. Most students can interact well, participate actively and enthusiast in studying group, although  it’s  still  imperfect yet. In lesson study activity, it can be concluded that students’ participation and studying enthusiastic can raise by cooperative studying model  tournament tipe through lesson study. By implanting participation actively and studying enthusiastic, it is hoped that students can do socialization and help each other in team.

I.                   PENDAHULUAN
Pembelajaran matematika  tidak lagi mengutamakan pada penyerapan melalui pencapaian informasi, tetapi lebih mengutamakan pada pengembangan kemampuan dan pemrosesan informasi. Untuk itu aktivitas peserta didik perlu ditingkatkan melalui latihan-latihan atau tugas matematika dengan bekerja kelompok kecil dan menjelaskan ide-ide kepada orang lain. (Hartoyo, 2000: 24).
Langkah-langkah tersebut memerlukan partisipasi aktif dari siswa. Untuk itu perlu ada metode pembelajaran yang melibatkan siswa secara langsung dalam pembelajaran. Adapun metode yang dimaksud adalah metode pembelajaan kooperatif. Pembelajaran kooperatif adalah suatu pengajaran yang melibatkan siswa bekerja dalam kelompok-kelompok untuk menetapkan tujuan bersama. Felder, (1994: 2).
Pembelajaran kooperatif lebih menekankan interaksi antar siswa. Dari sini siswa akan melakukan komunikasi aktif dengan sesama temannya. Dengan komunikasi tersebut diharapkan siswa dapat menguasai materi pelajaran dengan mudah karena “siswa lebih mudah memahami penjelasan dari kawannya dibanding penjelasan dari guru karena taraf pengetahuan serta pemikiran mereka lebih sejalan dan sepadan”. (Sulaiman dalam Wahyuni 2001: 2).
               Guru memandang siswa SMP adalah individu yang menginjak proses dewasa. Oleh karena itu  setiap hari,  setiap guru mata pelajaran selalu memberi tantangan dengan menyodorkan sejumlah masalah baru meminta siswa untuk menyelesaikannya. Kegiatan tersebut tidak terkecuali pada mata pelajaran matematika. Masalah tersebut akan menumpuk apabila dalam mencari solusinya selalu menghadapi frustasi yang dikarenakan kesulitan tidak tahu harus berbuat apa, tidak terlatih menghadapi masalah berat, bergantung orang lain dalam menyelesaikan masalahnya, dan lain sebagainya.
            Dari hasil diskusi dengan MGMP Matematika dan pelatihan lesson study SMP Kota Surabaya , terungkap bahwa dalam pembelajaran Matematika yang selama ini diterapkan oleh guru adalah ceramah, tanya jawab dan pemberian tugas. Guru menjelaskan suatu topik matematika, kemudian menanyakan apakah siswanya ada yang merasa kesulitan. Setelah itu kegiatan dilanjutkan dengan memberi tugas berupa soal-soal latihan dari buku atau soal buatan guru yang ditulis di papan tulis untuk dikerjakan siswanya. Pada umumnya mereka mengeluhkan siswanya berada jauh pada kenyataan harapan di atas. Termasuk juga siswa-siswa SMP Negeri 23 Surabaya dalam belajar matematika kegiatan siswanya masih sangat ditentukan oleh guru.
               Umumnya guru dalam kelas dapat mengamati siswanya dalam tiga kelompok. Kelompok pertama adalah siswa yang tergolong berkemampuan baik, mereka  tidak mau aktif tunjuk jari atau aktif menjawab soal sebelum ditunjuk oleh guru. Selanjutnya kelompok kedua dan ketiga yakni siswa berkemampuan sedang dan berkemampuan rendah, mereka berada dalam situasi ketakutan. Umumnya mereka menunduk diam apabila guru melempar pertanyaan atau masalah kepada siswa. Apabila sengaja guru menunjuk pada anak kelompok pertama, umumnya mereka dapat menjawab atau dapat menyelesaikan masalah yang ditanyakan padanya. Selanjutnya apabila guru menunjuk pada siswa tergolong kelompok kedua dan ketiga selalu saja membangkitkan kemarahan guru, disamping mereka tidak bisa menjawab ditambah lagi sikap diam tanpa menunjukkan ekspresi usaha memperbaiki diri.         Dari pengalaman pembelajaran seperti tersebut di atas menumbuhkan pemikiran baru, bagaimana hal kurang baik tersebut dapat diubah untuk diperbaiki. Muncul suatu gagasan untuk berkolaborasi mencari solusi masalah di atas. Menemukan cara bagaimana memberi peran masing-masing siswa sesuai dengan kemampuan yang ia miliki. Pembelajaran kooperatif model tournament lesson study  dimaksudkan siswa berada dalam kelompok masing-masing menjadi pemimpin dalam tugasnya. Dalam pembelajaran tatap muka, antar kelompok dipacu dengan mengadakan kompetisi memecahkan masalah matematika yang berasal dari guru. Dengan adanya turnamenmatematika tersebut siswa diberi kesempatan untuk berlomba melakukan unjuk kemampuan. Siswa yang menjadi pemimpin bidang kemampuan akademik bertanggung jawab menjelaskan pada rekan sekelompoknya. Berdasarkan paparan tersebut diatas maka peneliti  mencoba melakukan penelitian dengan judul  Meningkatkan Partisipasi dan Semangat Belajar Matematika Siswa Kelas VIII SMP Negeri 23 Surabaya dengan Model Pembelajaran Kooperatif Model Turnamen Melalui Lesson Study”
Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan suatu masalah sebagai berikut:
  1. Bagaimanakah peningkatan partisipasi  siswa dengan diterapkannya metode pembelajaran kooperatif model tournament lesson study pada siswa kelas VIIIC SMP N 23 Surabaya Tahun Pelajaran 2008/2009 ?
  2. Dengan diterapkannya pembelajaran kooperatif model tournament lesson study, apakah semangat  belajar matematika siswa  kelas VIII C SMP Negeri  23 Surabaya meningkat ?
Sesuai dengan permasalahan di atas, penelitian ini bertujuan untuk:
  1. Meningkatkan partisipasi siswa kelas VIII C SMP Negeri 23 Surabaya pada pembelajaran matematika dengan pembelajaran kooperatif model tournament lesson study  tahun pelajaran 2008/2009.
  2. Meningkatkan semangat belajar matematika siswa kelas VIII C SMP Negeri 23 Surabaya dengan pembelajaran kooperatif  model tournament lesson study  tahun pelajaran 2008/2009.

 II. KAJIAN PUSTAKA
A. Kajian Penelitian Pendukung
               Penelitian yang dilakukan Wardono, 2005 tentang penerapan pembelajaran kooperatif dengan teams games Turnamen (TGT) memberikan kesimpulan bahwa pembelajaran dengan kooperatif TGT dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Konstruktivisme adalah salah satu filsafat pengetahuan yang menekankan bahwa pengetahuan yang kita miliki merupakan bentukan kita sendiri. Piaget dikenal sebagai tokoh kontruktivis radikal dengan pendapatnya : bahwa kita  hanya dapat mengetahui apa yang dibentuk/konstruksi oleh pikiran kita (Von Glassersfeld dalam Suparno 1997:26). Dengan demikian pengetahuan tidak dapat diterima oleh peserta didik saja, akan tetapi peserta didiklah yang harus aktif mengkontruksi.
              Sementara itu Suparno (1997:45) mengatakan Vygotsky dikenal sebagai tokoh konstruktivis modern dengan idenya tentang pembentukan pengetahuan tidak berbeda dengan ide Piaget, tetapi dia lebih memilih menekankan akan adanya pengaruh interaksi sosial dalam pembentukan pengetahuan seseorang. Dalam hal ini Vygotsky lebih memfokuskan perhatiannya pada hubungan dialektika antara individu dan masyarakat, dimana interaksi sosial terlebih budaya dan bahasa dapat mempengaruhi hasil belajar. 
B. Definisi Partisipasi dan Semangat Belajar
Menurut Sunaryo (2003:27), untuk mencapai partisipasi maksimal belajar siswa, dalam pembelajaran harus ada komunikasi yang jelas antara guru dengan siswa, sehingga kegiatan belajar oleh siswa dapat berdaya guna dalam mencapai tujuan pembelajaran. Pertisipasi siswa dalam pembelajaran bisa positif maupun negatif. Aktivitas siswa yang positif misalnya; mengajukan pendapat atau gagasan, mengerjakan tugas atau soal, komunikasi dengan guru secara aktif dalam pemebelajaran dan komunikasi dengan sesama siswa sehingga dapat memecahkan suatu permasalahan yang sedang dihadapi, sedangkan aktivitas siswa yang negatif, misalnya menganggu sesama siswa pada saat proses belajar mengajar di kelas, melakukan kegiatan lain yang tidak sesuai dengan pelajaran yang sedang diajarkan oleh guru.
Semangat belajar matematika adalah proses komunikasi antara siswa dan guru dalam lingkungan kelas baik proses akibat dari hasil interaksi siswa dan guru, siswa dengan siswa sehingga menghasilkan perubahan akademik, sikap, tingkahlaku dan keterampilan yang dapat diamati melalui, perhatian siswa, kesungguhan siswa, kedisiplinan siswa, keterampilan bertanya/menjawab siswa.
     C. Pembelajaran Kooperatif Model Tournaments
          Kegiatan pembelajaran yang didasarkan pada pembelajaran kooperatif tipe TGT menurut Slavin (dalam Ratumanan, 2002: 116) aktivitas pembelajarannya berupa :
1.  Presentasi : Penyajian materi pembelajaran oleh guru.
2.  Belajar kelompok : Siswa mengerjakan lembaran kerja (worksheet) dalam kelompok masing-masing untuk menguasai materi,
3.  Turnamen : Siswa-siswa melakukan permainan akademis pada setiap meja turnamen yang terdiri dari 4 orang dengan kemampuan homogen.
4.  Penghargaan kelompok : skor kelompok dihitung didasarkan pada skor turnamen anggota kelompok, dan tim dihargai ,jika mereka mencapai kriteria yang ditetapkan.
Dari penetapan anggota kelompok dibentuklah tim dengan ketentuan tim - 1 beranggota A 1, B 1, C 1, dan D 1, tim - 2 beranggotakan A2, B2, C2, dan D2, …dst, tim - 10 beranggotakan A10, B10, C10, dan D10. Anggota dari tim yang terbentuk mempunyai kemampuan akademiknya beragam, hal ini dikarenakan anggota tim berasal dari berbagai kelompok. Dan untuk lebih jelasnya dapat diperhatikan tabel berikut:
        Tabel 2.1  PENETAPAN KELOMPOK DAN PEMBENTUKAN TIM
No.
Kelompok Atas (A)
Kelompok Menengah 1 (B)
Kelompok Menengah 2 (C)
Kelompok Bawah (D)
Tim
Rangking
Label
Rangking
Label
Rangking
Label
Rangking
Label
1
P- I
A1
P-11
B 1
P-21
C 1
P-31
DI
I
2
P-2
A2
P-12
B2
P-22
C2
P-32
D2
II
3
P-3
A3
P-13
B3
P-23
C3
P-33
D3
III
4
P-4
A4
P-14
B4
P-24
C4
P-34
D4
IV
5
P-5
A5
P-15
B5
P-25
C5
P-35
D5
V
6
P-6
A6
P-16
B6
P-26
C6
P-36
D6
VI
7
P-7
     A7
P-17
B7
P-27
C7
P-37
D7
VII
8
P-8
A8
P-18
B8
P-28
C8
P-38
D8
VIII
9
P-9
A9
P-19
B9
P-29
C9
P-39
D9
IX
10
P-10
A10
P-20
B10
P-30
C10
P-40
D10
X

Turnamen belajar matematika digambarkan oleh Robert Slavin dalam (Silberman, 1996) dengan mengadakan kompetisi antar tim untuk menyelesaikan masalah. Turnamen Matematika dalam kegiatan ini membatasi sebagai suatu teknik pembelajaran yang memerankan perlombaan memecahkan masalah berupa soal, yang diperebutkan dalam bentuk kelompok. Turnamen matematika menggunakan turnamen permainan akademik. Dalam turnamen itu siswa bertanding mewakili timnya dengan anggota tim lain yang setara dalam kinerja akademik mereka yang lalu.
               Siswa dibagi dalam beberapa tim kelompok. Setiap anggota diberi peran sebagai pemimpin yang dijiwai semangat seperti pendapatnya Lowney (2005). Dalam tiap kelompok akan diberi masalah berupa soal untuk dikompetisikan pada intern kelompok. Apabila masalah sudah terpecahkan maka siswa yang mampu harus mau berjiwa heroik, dia mau membantu mensosialisasikan ke tim kelompoknya. Selanjutnya guru akan mengorganisir jalannya kompetisi antar kelompok. Setiap siswa bertanggung jawab dalam kelompoknya. Setiap tim ditanamkan semangat gotong royong dan kepahlawanan yakni mau membantu yang lain dengan suka rela. Terkait dengan permainan pada kegiatan turnamen dimaksudkan untuk melakukan uji kemampuan akademis yang telah dipahami oleh setiap anggota pada saat kegiatan belajar kelompok. Sebelum kegiatan turnamen dilaksanakan, dipersiapkan terlebih dahulu penetapan peserta turnamen.
Penghargaan Kelompok
          Setelah kegiatan turnamen selesai semua peserta kembali ke timnya dan koordinator melaporkan hasil turnamen dengan mengisi format rekapitulasi skor yang telah disiapkan. Pengisian format rekapitulasi skor didasarkan pada prestasi tertinggi yang diperoleh anggota. Anggota dengan perolehan nilai tertinggi dimasukkan pada baris P1, tertinggi ke 2 di baris P2 dan terendah pada baris P5  dan jika ada yang memperoleh nilai yang sama maka peringkat didasarkan pada hasil pengundian pada game pertama.
D. Lesson Study
          Kegiatan Lesson Study dimulai dari tahap perencanaan (Plan) yang bertujuan untuk merancang   pembelajaran yang dapat membelajarkan siswa, bagaimana supaya siswa berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Perencanaan ini dilaksanakan pada tanggal 11,18, dan 25 Oktober 2008 bersama-sama dengan 18 rekan guru dari sekolah yang berbeda. Peneliti sebagai guru model berkolaborasi dengan guru-guru lain dan dosen  pendamping yaitu Ibu Dra. Kusrini, M.Pd. untuk memperkaya ide-ide.  Perencanaan diawali dari analisis  permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran. Permasalahan dapat berupa materi  bidang studi,  miskonsepsi. Permasalahan  dapat juga berupa : 1)  pedagogi, yaitu bagaimana  mengembangkan metode pembelajaran yang tepat agar pembelajaran lebih efektif dan efisien; dan 2)  permasalahan fasilitas, yaitu bagaimana menyiasati  kekurangan fasilitas pembelajaran. 
          Dalam Lesson Study adalah pelaksanaan (Do)  pembelajaran untuk menerapkan   rancangan  pembelajaran yang telah  dirumuskan dalam tahap perencanaan.  Sebelumnya, dalam perencanaan telah disepakati siapa guru model yang akan mengimplementasikan pembelajaran dan sekolah yang akan menjadi tuan rumah. Tahapan ini bertujuan untuk menguji coba efektivitas model pembelajaran yang telah dirancang. Guru-guru lain dari sekolah yang bersangkutan atau dari sekolah lain bertindak sebagai pengamat (observer) pembelajaran.  Begitu pun dosen-dosen  atau mahasiswa melakukan pengamatan  dalam pembelajaran tersebut.        Fokus pengamatan ditujukan pada  interaksi siswa-siswa,  siswa-bahan ajar,  siswa guru, dan siswa lingkungan. Lembar observasi  pembelajaran perlu dimiliki oleh para pengamat sebelum pembelajaran dimulai. Para pengamat  dipersilahkan  mengambil tempat di ruang kelas yang memungkinkan dapat mengamati aktivitas siswa.  Biasanya para pengamat berdiri di sisi kiri dan kanan di dalam ruang kelas  agar aktivitas  siswa  teramati dengan baik.
          Tahap ketiga dalam kegiatan Lesson Study  adalah refleksi (See).  Setelah selesai pembelajaran langsung dilakukan diskusi  antara guru dan pengamat yang dibantu  oleh kepala sekolah atau fasilitator MGMP untuk membahas pembelajaran. Guru model mengawali diskusi dengan menyampaikan kesan-kesan dalam melaksanakan pembelajaran. Selanjutnya pengamat diminta menyampaikan komentar  dan Lesson learnt  dari pembelajaran terutama berkenaan dengan aktivitas siswa.

Senin, 29 Maret 2010

Rahasia Sukses Terbesar

 Sukses Terbesar  Kita
( Jenny S Bev )

Oleh : AHMAD SYA’RONI, S.Pd. M.Pd.
Sebenarnya sukses bukanlah rahasia. Karena setiap orang pasti tahu dan mengalamimya. Hanya sayangnya tidak setiap orang mau menjalankannya dengan sunguh-sungguh. Seringkali Rahasia Sukses hanya dianggap konsep semu, tapi Rahasia Suskes ala Jenny adalah kembali pada akar manusia yang paling dasar dan tindakanyang dilakukan dengan sadar tanpa ragu-ragu.
Tindakan itu akan memberi kita kesempatan untuk berbagi apa yang kita miliki dan memperkluat aliran hidup bahwa kita berkelimpahan. Dengan demikian alam bawah sadar dan dunia luar akan mengakui hal ini dan menduplikasikan energi ini ke masa depan dan akan memperkuat keyakinan kita bahwa kita semua mampu mengubah hidup menjadi lebih baik dan maksimal.
“ Be the best that I can within my limitation “
“ Don’t go where the path may lead. Go instead where there is no path and leave a trail “
“ Knowing others is wisdom, knowing yourself is enlightenment “
I. Sepuluh Kiat Sukses
1) Bersyukur atas hari ini
“ Just to be alive is a grand thing
2) Belajarlah seakan kita hidup selamanya dan hiduplah seakan kita mati esok
3) Percayalah bahwa setiap ketrampilan pasti ada penggunanya.
There are all kind of writers, there are all kind of readers.”
4) Bukalah jalan sendiri, Orisinil.
5) Belajarlah mencintai apa yang anda punya, bukan berangan tentang apa yang tidak kita punya
“ Gunakan apapun yang ada ditangan anda maka impian akan menjadi nyata. Gunakan instrumen yang kasat mata sekarang juga “
6) Lihatlah apa yang kelihatan dan tidak
“ Gunakan visi dan misi untuk mengenak apa yang anda tuju. Seringkali apa yang belum kelihatan merupakan blueprint untuk kesuksesahn “
7) Telan kepahitan hidup dan bersiaplah menyongsong hari baru
“ Bangunlah tiap pagi dengan hati yang currious akan apa yang mungkin anda alami hari ini “
“ Be excited, Be courageous to start the day “
8) Semakin banyak anda memberi, semakin banyak anda menerima ( taktik publisitas )
9) Jadilah mentor bagi diri sendiri
10) Hidup tidak selamanya. Berbuat baiklah saat ini juga.
II. Jangan Gunakan Standart Ukuran lama
“ Perjuangan akan membuktikan bahwa nasib berada di tangan kita sendiri”
How you convice yourself to win will determine the outcome
* Belajarlah dan percayalah pada kemampuan pada diri sendiri dari hal kecil sampai besar untuk mengatasi perubahan lingkungan yang terjadi disekitar kita
* Dengan adanya “ keterpaksaan “ carilah pintu-pintu peluang
* Membuka diri terhadap perubahan, sehingga perubahan menemukan tempatnya pada diri kita
Ingat ! Sukses adalah kemampuan kita untuk menerima perubahan dan memberi arti padanya dan diri sendiri
III. Raihlah Sukses sambil Bermain
Jadikan setiap detik adalah saat kita bekerja dan bermain. Karena dengan bermain secara sadar kita memasukkan informasi-informasi baru dan menghubungakan dengan informasi-informasi yang sudah ada.
“ Be aware of what the world bring to you. So yaou can bring some of what you have inside to the world outside “
Sarilah apa yang dibawa dunia pada anda, supaya anda bisa membawa sebagian dari yang ada dalam diri anda ke dunia luar.
IV. Jadilah guru bagi diri sendiri
Dengan menjadi guru bagi diri sendiri maka kita :
* Meningkatakan kesadaran akan kesempatan-kesempatan yang ada dalam kerangka waktu tertentu. Seorang “ guru “ memperjelas arah jalan dan bagaimana mencapai tujuan.
* Dengan menjadi guru bagi diri sendiri merupakan kesempatan untuk mencari jalan dengan meningkatkan kesadaran atas segala kemungkinan, kesempatan dan strategi.
V. Kita sungguh Istimewa
“ Raise the bar “ Tinggikan standartmu !
Setiap orang punya standart yang mendasari semua perilaku kehidupannya. Inti dari mindset sukses bersumber dari penghargaan dan rasa hormat yang dalam atas anugrah yang diberikan oleh Tuhan kepada kita.
Carilah cahaya dalam diri anda. !
Cahaya yang merupakan pancaran jiwa yang penuh dengan keyakinan diri. Pancaran jiwa yang bahagia atas segala potensi yang dimiliki bukan yang tidak dimiliki, walaupun mungkin sekarang belum menghasilkan apa-apa.
VI. Ubahlah diri untuk menang.
Arti hidup dan kedamaian hati berasal dari dalam diri, terlepas dari seberapa buruknya keadaan diluar.
Cara mencapat tahap kesadaran diri semacam itu adalah :
Ø Sadari bahwa yang menciptakan kegelisahan adalkah benak kita sendiri, faktor luar hanyalah backdrop diri kita
Ø Energi untuk mengubah diri kita berasal dari dalam diri sendiri, bukan hasil diskusi dengan teman atau dukungan moral sahabat.
Ø Perubahan terjadi dengan seketika bukan berangsur-angsur
Ø Percayalah akan kemampunan diri sendiri untuk berubah
Ø Belajarlah membedakan mana faktor dari dalam dan mana faktor dari luar, lalu buanglah faktor-faktor luar yang mendukung pencapaian kemenangan.
VII. Cinta terbesar membuka jalan hidup
Cintailah dan sayangilah diri sendiri, lengkap dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Pertahankan kelebihannya dan perbaikilah kekurangannya.
Sirami diri anda dengan hal-hal yang membangun baik fisik, psikologis, mental , emosional, dan spiritual, hingga terbentuk keselarasan antara pikiran, , perasaan, dan perbuatan.
Dengan demikian setidaknya kita terlepas dari konflik batin, dan di dalam alam bawah sadar kita hal ini merupakan kemenangan yang tinggal menunggu wakt6u untuk tampil ke permukaan.
VIII. Impian selektif itu perlu
Bermimpilah ! Karena mimpi selain indah juga memacu motivasi .
Mimpi merupakan blueprint masa depan. Tetapi kita harus selektif terhadap mimpi. Dan agar impian menjadi kenyataan harus di barengi dengan keberanian untuk menaklukan kemalasan dan ketakutan dalam mewujudkan impian.
Impian harus paralel dengan usaha yang kita lakukan, bukan sebaliknya. Berjalanalah diatas rel kereta api tujuan , jangan berganti-ganti haluan.
IX . Rahasia Sukses Terbesar
Rahasia sukses terbesar adalah “ MEMBERI “. Mengapa ?
* Orang yang mampu berbagi merupakan orang-orang yang terseleksi secara alam.
* Dengan membagi ( tidak harus materi, informasi juga termasuk pemberian besar ), kita menarik orang-orang yang memiliki ke4mampuan sama untuk masuk dalam lingkungan kita dan bersinergi positif.
* Dengan memberi anda tidak hanya berbuat sesuatu bagi orang lain, namun akan memperkuat kelebihan anda.
X Memijak Bumi, Menjunjung langit
J Jangan pernah membedakan kelas sosial
J Dengan menjadi pelayan bagi diri sendiri dan orang lain merupakan ungkapan penghargaan yang sebesar-besarnya atas apa yang dimiliki
J Dengan memijak bumi, langit semakin kita junjung
Karena orang yang tidak memijak bumi, berarti komunikasi dengan orang lain tidak berjalan baik, shg terjadi banyak kesalahpahaman. Kesalahpahaman membuat kesadaran terhadap diri sendiri tidak terasah dengan baik.
XI. Sumber Motivasi
Carilah sumber motivsi dari dalam diri anda bukan dari luar. Karena sumber motivasi tertinggi berada dalam diri kita sendiri. Keberanian dan tekad untuk bertindak dalam kondisi ketidakmenentuan merupakan wujud dari iman kita.
Ingatlah! “ Seberapa panjang jalan kegelapan, di ujung jalan jalan pasti ada seberkas cahaya
XII. Tempatkanlah mindset pada proporsinya
Jika anda dipuji karena prestasi anda jangan merendahkan diri karena hal itu berarti mengingkari potensi yang ada. Tetapi bilang terimakasih karena anda akan berusaha untuk lebih baik lagi mengasah potensi yang ada.
XIII. Menyetel Ulang pikiran untuk sukses
Menyetel ulang pikiran adalah cara yang paling jitu untuk bisa mengubah nasib dengan cara mengubah cara untuk berpikir dan mengubah perbuatan kita.
Jangan memihon supaya dilindungi dari bahaya, namun memohonlah supaya diberi keberanian dalam menghadapinya. Jangan memohon supaya semua rasa sakit dihilangkan, namun memohonlah supaya diberi hati yang lapang dan kekuatan agar mampu menaklukan rasa sakit itu.
Jangan melihat gajah dari belalainya saja tetapi pandanglah seluruh luas dan bagian tubuhnya. Jangan ,mengambil kesimpulan dalam hidup dari satu sisi saja tapi lihatlah sumber-sumber lain yang sama dahsyatnya.
XIV. Potensi Anda Luar Biasa.
Saat mengalami kegagalan jangan terlalu didramatisir. Kegagalan hanyalah konsekuensi kehidupan sehari-hari. Gagal dan sukses sebenarnya sama saja. Hanya berbeda sisi dari koin kehidupan yang sama.
Kita baru bisa berpikiran demikian jika kita yakin pada kemampuan diri sendiri. Yakin pada kemampuan untuk bangkit setiap mengalami kegagalan.
Don’t play yourself small !!! Jangan mengerdilkan diri anda. Karena sesungguhnya diri anda lebih hebat dari yang anda ketahui saat ini. Pada setiap diri manusia sesungguhnya terdapat potensi yang luar biasa Yang saat ini masih tidur dalam diri kita dan harus kita bangunkan dengan tekad dan kesadaran penuh.
Alam bawah sadar kita sunguh luas dan dalam. Jika pintunya kita buka cahayanya akan menyilaukan mata dan kedahsyatannya luar biasa. Cobalah bangunkan diri anda dengan keberanian untuk berubah. Jangan terjebak pola-pola lama. Barengilah usaha anda dengan mindset “Sayalah yang Terpilih. “ Jangan pernah sekali-kali punya pikiran “ Saya Tidak Bisa “
Menjadi orang yang berbeda dalam suatu kelompok adalah kehormatan. Bersyukurlah atas segala kelebihan anda.
XV. Mencari Jalan atau Membuat Jalan Sendiri
Tahukah anda apa beda mencari jalan atau membuat jalan sendiri ?
Mencari jalan hanya berusaha menemukan apa yang sudah ada. Mencari jlan adalah membangun sesuatu yang belum ada. Membuat jalan hidup sendiri sesungguhnya lebih mudah daripada mencari jalan yang sudah ada karena detailnya sudah ada dalam benak kita.
Membuat jalan sendiri berarti tidak mudah putus asa ketika ada kegagalan menghadang. Jika menemui kesulitan kuncinya hanya satu “ jangan pernah merasa itu sulit, semuanya sungguh mudah “
Ø Semua kegagalan hanya terjadi dimasa lampau. Masa depan hanya untuk kesuksesan.
Ø That’s a piece of cake “ Anggap semuanya begitu mudah
Ø Bersikap berani menjadi orang yang berbeda dalam segala hal
XVI. Memulai dari atas : Jalan Tol Kesuksesan
Apapun talenta anda, kenalilah baik-baik dan tingkatkan terus hingga bisa disejajarkan dengan maestro dibidangnya. Enyahkan keragu-raguan dan rasa malu. Jangan takut untuk menunjukkan pada dunia luar bahwa anda punya kelas tersendiri di bidang yang anda tekuni. Percayalah dunia memang pantas mengenal anda sxebagai orang yang mempunyai potensi luar biasa.
Memulai dari atas jauh lebih nikmat, tetapi jangan lupa persiapannya harus lebih sungguh-sungguh agar tidak mempermalukan diri sendiri.
Ingatlah bahwa ketakutan terbesar bukan karena kita tidak mampu, but because we are powerfull beyond measure.
XVII. Jalankan hidup layaknya sebuah bisnis.
Artinya , kita menjalani hidup sehari-hari dari pagi sampai malam dengan kesadaran penuh bahwa yang kita lakukan mempunyai visi dan misi yang jelas, , pasarkan kelebihan-kelebihan anda, kelolalah keuangan dengan sebaik-baiknya, sadarilah pentingnya pelatihan dan pengembangan diri dan kesadaran pentingnya investasi baik investasi materi maupun investasi kebaikan.
XVIII. Stuck vs Unstuck
Walupun penting, kemampuan berbahasa bukanlah terpenting. Tetapi kemampuan mengartikulasikan pikiran, dalam bentuk komunikasi yang dapat diterima oleh kultur luar jauh lebih penting.
Selain itu sikap kerja yang etis ikut mentukan keberhasilan seseorang.
Si Unstuck
Si Stuck
1. Mempunyai kemampuan komunikasi secara universal
2. Tantangan adalah sumber gairah dan energi yang sangat berharga
3. Senang memberi
4. Berpikir dengan pikiran dan merasa dengan perasaan.
5. Menciptakan tren
6. Tidak langsung mempercayai gosip, selalu mengecek ulang terlebih dahulu
7. Terbuka dan transparan dalam bertindak
  1. Tantangan adalah sesuatu yang harus dihindari
  2. Suka mengeluh
  3. Senang meminta
  4. Berpuikir dengan perasaan, dan merasa dengan pikiran
  5. Mengikuti tren
  6. Tidak pernah mengecek ulang pendapat/gosip yang beredar
7. Suka merahasikan hal-hal yang bukan rahasia
XIX. Belajar dari Kesalahan Orang Lain
Dengan banyak membaca tulisa yang bersumber dari pengalaman pribadi penulis, kita bisa belajar kesalahan-kesalahan dan kegagalan-kegagalan mereka sehingga kita tidak perlu mengulanginya.
Kita bisa belajar ulang atas buku kehidupan dengan cara merefleksikan kehidupan seperlunya saja dan lakukan secara pragmatis. Jangan libatkan perasaan.
Ø Setiap pemecahan masalah, pastilah ada pemecahannya yang berasal dari pemikiran jernih saat itu juga. Bukan pemikiran yang njlimet tidak karuan dan dibumbui segala macam nasihat orang lain.
Ø Bandingkan masalah yang menimpa kita dengan masalah serupa yang menimpa orang lain. Hal ini untuk melihat dampak yang bisa ditimbulkan.
Ø Idealnya, suatu masalah dipecahkan dengan solusi yang berasal dari nurani, pemikiran yang obyektif . Jangan memperpanjang dan memperumit masalah.
XX. Globalisasi . Setiap Orang adalah Pelaku
Untuk menjadi seorang yang portable, harus memiliki lima hal :
Ø Fasih luar dalam soal teknologi real time
Ø Fasih luar dalam soal komunikasi dalam bahasa Inggris
Ø Fasih Luar dalam soal etika bisnis
Ø Fasih luar dalam soal penangan komplain
Ø Keberanian untuk menciptakan brand bagi diri sendiri.
XXI. Menjadi pribadi yang dignified
Pribadi yang dignified adalah pribadi yang sadar akan harga diri dalam proporsi yang benar.
Ø Junjunglah harga diri. Jangan mengambil hak yang bukan milik kita
Ø Ingatlah tidak ada rejeki yang datang tanpa usaha
Ø Berpikirlag sebelum berbicara
Ø Empati terhadap orang lain, baik lawan maupun kawan
Ø Hati penuh syukur yang dibagi dengan orang lain
Ø Sadarilah pikiran orang lain tentang perbuatan kita
Ø Kenali diri dalam bergaining positioning yang tepat dalam proporsinya
Ø Ingatlah kejadian-kejadian bersejarah yang mengusik hati nurani
XXII. Sepuluh Unsur Kepribadian Milyader
1. Keberanian berinisiatif
2. Tepat waktu
3. Senang melayani dan memberi
4. Membuka diri
5. Senang bekerja sama dan membina hubungan baik
6. Senang mempelajari hal baru
7. Bersikap profesional dan jarang mengeluh
8. Berani menanggung resiko
9. Berpikir positif setiap saat
10. Comfortable in their skin, Be yourself